Kamu mungkin pernah dengar istilah bahwa "segala sesuatu adalah energi". Terdengar klise, tapi ada benarnya. Dalam fisika maupun spiritualitas, dikatakan bahwa setiap benda, pikiran, dan perasaan kita punya getaran atau vibrasi tertentu. Nah, Hukum Vibrasi menyatakan bahwa semua hal di alam semesta ini bergetar pada frekuensinya masing-masing. Singkatnya, kita ini kayak radio yang memancarkan gelombang energi lewat pikiran dan perasaan kita sehari-hari.
Coba deh pikir: saat kita lagi senang, rasanya tubuh kita enteng dan lingkungan kerasa lebih cerah. Itu karena kita memancarkan energi dengan vibrasi yang lebih tinggi, sehingga apa yang kita alami pun cenderung terasa lebih positif. Sebaliknya, kalau kita lagi bad mood atau sedih berat, suasana sekitar seakan ikutan suram. Ini bukan cuma perasaan doang, tapi memang energi kita lagi bergetar di frekuensi rendah.
Hal penting yang perlu diingat, energi dari emosi atau pikiran kita ini menular. Bukan cuma ke orang lain, tapi juga "menular" ke alam semesta alias menarik hal-hal yang frekuensinya serupa. Ini membawa kita ke konsep selanjutnya, yaitu Hukum Daya Tarik.
Hukum Daya Tarik berbunyi: “kita akan menarik apa pun yang vibrasinya selaras dengan vibrasi kita.” Artinya, apa yang kita pikirkan atau rasakan secara dominan, itulah yang akan kita alami atau temui dalam hidup. Jika kita memancarkan energi positif, kita bakal menarik lebih banyak pengalaman positif. Sebaliknya, kalau yang kita pancarkan kebanyakan negatif, ya gak heran hal-hal negatif terus berdatangan.
Bayangin kamu bangun tidur dengan perasaan happy. Pagi harinya, kamu bersyukur, senyum, dan ngerasa bersemangat. Biasanya, hari yang dimulai dengan vibe positif gini bakal berjalan lancar. Mungkin di jalan ketemu orang yang ramah, kerjaan beres tepat waktu, pokoknya banyak hal baik kejadian. Ini karena sejak pagi kamu udah "menyetel" frekuensi energi kamu di saluran yang bahagia, jadi semesta pun ngasih respons yang seirama.
Sebaliknya, kalau bangun tidur kamu udah bete duluan, misalnya keinget masalah, terus ngomel-ngomel atau manyun aja, frekuensi kamu jadi rendah. Alhasil, sepanjang hari bisa ada aja hal yang makin bikin kesal: jalanan macet parah, ada orang nyebelin, atau rencana berantakan. Pernah ngalamin yang kayak gini? Nah, itulah contoh sederhana Hukum Daya Tarik bekerja dalam keseharian.
Secara sederhana, prinsip Hukum Daya Tarik bisa dirangkum seperti ini:
Pikiran dan perasaan adalah magnet – Setiap kali kita mikir atau ngerasa sesuatu, kita sebenarnya lagi “memagnetkan” hal itu ke dalam hidup.
Semesta merespons vibrasi – Semesta gak ngerti bahasa kata-kata; dia ngertinya bahasa vibrasi energi. Jadi apa yang kita rasakan kuat, itulah pesan yang terkirim ke semesta.
Like attracts like – Energi positif menarik hal positif, energi negatif menarik hal negatif. Sesederhana itu konsepnya.
Sekarang, apa sih yang dimaksud dengan shadow work? Secara sederhana, shadow work adalah proses mengenali, menghadapi, dan menyembuhkan sisi-sisi tersembunyi dalam diri kita tadi. Bayangin kita lagi ngobrol dengan diri sendiri, mengajak bagian-bagian diri yang selama ini bersembunyi untuk muncul ke permukaan. Tujuannya supaya kita bisa menerima dan mengintegrasikan semua bagian diri kita—baik yang terang maupun yang gelap—sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih utuh dan bahagia.
Yang menarik, Hukum Daya Tarik ini erat hubungannya dengan shadow yang kita bahas tadi. Kok bisa? Jadi gini: shadow kita (termasuk luka inner child di dalamnya) memancarkan energi tertentu, biasanya energi yang "berat" atau rendah karena berisi emosi-emosi negatif terpendam. Selama bagian diri itu belum sembuh, tanpa sadar kita terus mengirim sinyal vibrasi rendah ke semesta. Akibatnya, kita bisa menarik kejadian atau orang-orang yang memancing emosi negatif itu keluar lagi.